Kamis, 25 November 2010

Gayus HP tambunan “rekreasi” di rutan kelapa dua

Keluarnya Gayus HP tambunan dari rutan kelapa dua, Jawa  Barat pada pekan lalu menjadi menjadi buah bibir di semua kalangan masyarakat tidak terkecuali orang nomor satu di Negara ini, presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tertangkapnya foto yang diduga identik dengan Gayus HP tambunan di Bali disela turnamen Commonwealth bank. Gayus hadir dalam turnamen itu diduga akan menonton sang pujaannya yaitu Ana Ivanovic sedangkan dalam turnamen itu sudah dipastikan petenis cantik berperingkat 18 dunia itu batal mengikuti turnamen tersebut sehingga banyak spekulasi yg berkembang bahwa kedatangan dia ke Bali yg disertai oleh istri dan anaknya mempunyai muatan politik yang kuat palagi disertai bukti kuat dengan munculnya Aburizal Bakrie, ketua umum Partai Golkar yang terlihat ikut menonton turnamen tersebut sehingga semakin menguatkan dugaan diatas. Ia memberikan pernyataan bahwa bukan dia yang berada di foto tersebut namun semua seakan berbanding terbalik dalam persidangan hari senin (15/11/2010) saat hakim Albertina Ho memberiakn waktu padanya untuk berbicara dia mengungkapkan dengan menangis bahwa benar dirinya yang  ada di foto itu dan dia keluar dari rutan karena dia merasa stress dan ridu dedngan keluarganya serta dia tidak menyangka bahwa dampaknya akan sedahsyat ini . dia mengaku juga bahwa dia tidak keluar seorang diri tapi ada sekitar 4 – 5 orang napi yang ikut keluar bersamanya. Keluar masuknya Gayus dari Rutan kelapa dua itu merupakan sebuah tamparan keras bagi semua lembaga hukum. Polri, kejaksaan dan menteri hukum dan HAM saling angkat tangan dalama kasus ini sehingga membuat seluruh rakyat di Negara ini geram dan gemas denga kasus tersebut. Walau lembaga hukum sudah memecat dan menghukum kepala rutan kepala dua seolah rakyat tidak puas dengan tindakan tersebut harus ada bukti nyata dari seluruh elemen lembaga tersebut dalam menyelesaikan kasus ini. Walaupun Adnan Buyung Nasution merubah pendiriannya dari  mundur sebagai pembela Gayus Tambunan menjadi tetap pada keputusaan semula harus diapresasi entah dengan muka cerah atau dengan cibiran namun pernyataan berikut ini adalah dasar mengapa dia tetap mau membela Gayus HP tambunan “saya merubah keputusan saya karena saya ingin mengungkap kasus mafia pajak yang lebih besar.” Ya memang di Negara inj semua kasus hukum hanya muncul sampai pada tahap tertentu seperti kasus Century yang hanya sampai tahap penyelidikan (kalau tidak salah) dan banyak kasus lainnya lalu menguap dan tertutupi kasus yang lain. Orang nomor satu di Negara ini juga ikut merespon  kasus ini bukan hanya merasa prihatin tapi juga meminta dengan segera menyelesaikan kasus ini agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan dimasyarakat. Hal senada juga diungkap oleh Benny K. Harman berikut petikan ungkapan Benny “ pihak kepolisan harus memanggil pihak – pihak yang terkait termasuk siapa saja yang dia temui di Bali. Itu sangat penting agar publik tidak melakukan anlisis spekulatif yang tidak konstrutif.”
Lanjut Benny kasus in adalah ujian bagi Jendral (pol) Timur Pradopo yang menjanjikan  penuntasan kasus – kasus yang menjadi perhatian masyarakat di komisi III DPR.  


Tangis & siksa pahlawan devisa

Tidak dipungkiri calon pencari kerja dan lapangan kerja sangat berbanding tajam bahkan melebihi jurang antara langit dan bumi.  Bukan bermaksud berlebihan namun ini fakta yang terjadi di Negara kita yang terkenal dengan kekayaan alam dan budaya itu. Itu belum termasuk kategori kelompaok orang yang berpendidikan rendah hanya lulusan SD/ lulusan SMP yang tidak memilki keahlian apa – apa semakin membuat mereka semakin terperangkap dalam status ekonomi yang semakin rendah. Ditengah kondisi tersebut ada sebagian orang yang memanfaatkan  kondisi itu untuk mengeruk keuntungan dengan jalan mempekerjakan orang – orang dalam kondisi itu ke luar negeri dan dibuai dengan janji surga. Banyak dari korban terbius dan menyanggupi dengan motivasi merubah keadaan ekonomi mereka. Namun apa yang mereka dapat di Negara rantau, sebagian dari mereka mendapat perlakuan tiadak menyenangkan dari majikan seperti pemerkosaan, penyiksaan dalam berbagai bentuk sehingga tak jarang para sumber devisa itu pulang kembali ke kampong halaman dengan keadaan yang mengenaskan bahkan ada beberapa diantara mereka pulang dalam bentuk kaku (meninggal, red). Memang tidak semua para sumber devisa berakhir dengan cerita memilukan ada juga yang memiliki cerita bahgia di negeri rantau. Namun sayangnya diekspos oleh media hanya tangis dan siksa sumber devisa. Seperti dialami beberapa TKW dan TKI yang akhir – akhir ini menjadi buah bibir di masyarakat. Salah satu korban terbaru pahlawan devisa  adalah TKW dari Sumbawa itu mengalami penyiksaan dan penganiyaan paling kejam adalah punggung di seteriksa dengan seterika panas dan paling kejam kedua bibir digunting oleh majikannya dan berbagi bentuk penyiksaan lain sehingga tidak menimbulkan luka secara fisik  namun luka secara psikologis. Ada sebuah kasus yang lebih memilukan lagi yaitu seorang TKI asal Cianjur bernama Kikim Komalasari Binti Uko Marta yang ditemukan tewas dengan luka parah di tepi jalan Serhan, Al Abha 750 km dari Jeddah dan berbagai kasus lain seperti TKI/TKW illegal yang dideportasi oleh Negara tujuan.
Banyaknya kasus pahlawan devisa yng mengalami nasib tragis itu seharusnya menjadi perhatian pemerintah khususnya Kemenakertrans dan berbagai pihak terkait lainnya dalam menyelesaiakn masalah tentang pahlawan devisa ini. Menakertrans Muhaimin Iskandar berujar bahwa penghentian pengiriman tenaga kerja keluar negeri bukan solusi terbaik harus dipikirkan solusi yang tepat. Menurut opini saya, penghentian pengiriman phalawan devisa memang bukan solusi terbaik namun setidaknya bisa bisa menekan kasus penyiksaan dan penganiyaan terhadapa pahlawan devisa kita. Pertemuan dengan salah satu perawakilan Negara tujuan pahlawan devisa yaitu Saudi Arabia adalah salah satu upaya pemerintah dalam menangani berbagai kasus yang terjadi. Memang pemerintah memberikan tunjungan pada para pahalawan devisa itu namun itu tak berarti apa – apa jika mereka dan keluarga tidak hanya mengalami luka fisik dan psikologis dalam jangka pendek tapi juga dalam jangaka panjang. 

Rabu, 24 November 2010

UTS PTK

perkembangan surat kabar online sangat pesat dan cara pengembangannya adalah me,perbaharui berita dengan data baru. peran wartawan sangat kuat sebagai sumber data dari sebuah berita. wartawan pro dibutuhkan untuk memberikan pini tentang sebuah berita baik secara personal maupun secaara wartawan. audience pada zaman sekarang lebih cerdas dalam memberikan opini mereka tentang suatu berita. saya tidak setuju karena perkmbangan masih terjadi sedangkan abad terakhir adalah akhir dunia dimana semnua hal berhenti. dengan mempromosikan hasil karya mereka. menrut hemat saya kematian buku tardidonal tidak terjadi karena masih ada sekelompok orang yang masih membutuhkan tradisional. sejauh informasi yang diberikan penyiar tersebut mampu mencerdaskan masyarakat. radio ditransmisikan, diproduksi dan dikenal lewat program yang merekabuat mampu menarik audience atau tidak. perekeman dan teknologi mengedit saat ini sangat dibutuhkan untuk merespon keinginan audience
kelompok biru
Robertus Yudho (0771502176)

Rabu, 10 November 2010

Obama kunjungan ke Indonesia

Kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat, tokoh Islam di Indonesia dan juga aktivis lembaga swadaya masyarakat hak asasi manusia. Presiden Amerika Serikat Barack Obama direncanakan akan datang ke Indonesia pada tanggal 9 November mendatang. Kedatangan Obama ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Indonesia.
Pernah tinggal di Indonesia dan melakukan perubahan nampaknya itulah yang menyebabkan warga Indonesia sangat antusias menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat itu.
Kedatangan Obama ke Indonesia sebelumnya sempat dibatalkan dua kali. Masyarakat Jakarta yang ditemui VOA mengaku senang atas kedatangan Obama ke Indonesia. Mereka pun berharap kedatangan Presiden Amerika Serikat itu tidak kembali dibatalkan.
Kedatangan Obama ke Indonesia ini diharapkan akan semakin mempererat hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia.
mengatakan, “Saya sangat senang akhirnya Obama jadi datang ke Indonesia apalagi dia kan pernah tinggal di sini jadi rakyat Indonesia merasa dekat. Harapan saya di bawah Obama Amerika akan semakin erat dan mau membantu Indonesia.”
Warga lainnya, Lukman mengatakan, “Kita harapkan sekali ada babak baru dalam segala aspek dalam bidang ekonomi, dalam bidang pendidikan dalam bidang demokratisasi dan sebagainya.”
Rencana kunjungan Obama ke Indonesia pada bulan November ini juga disambut baik oleh sejumlah tokoh Islam di Indonesia seperti Ketua Umum PP Muhamadiyah, Din Syamsudin dan tokoh Islam dari Nahdatul Ulama, Hasyim Muzadi.
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin mengatakan dengan adanya kunjungan tersebut, Obama dapat melihat sendiri kehidupan beragama di Indonesia terutama hubungan Islam dengan agama yang lainnya di Indonesia. Para tokoh Islam, kata Din, berharap dapat berdialog langsung dengan Obama ketika berkunjung ke Indonesia.
Din Syamsudin mengatakan, “Kami dari organisasi-organisasi Islam di Indonesia sangat berharap bisa terjadi dialog langsung dengan presiden Obama dalam kunjungannya nanti karena kita ingin selain ingin mendengarkan langsung dari beliau tapi juga ingin menyampaikan aspirasi bahwa kita semua saya pribadi dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia sangat menyambut baik keinginan Presiden Obama membuka dan menciptakan hubungan yang baik dengan dunia Islam.”
Sementara itu, Kelompok Pegiat Hak Asasi Manusia seperti Human Rights Working Group (HRWG) dan Kontras meminta Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjadikan kasus Munir dan juga sejumlah kasus pelanggaran HAM masa lalu yang belum selesai hingga kini serta kasus kekerasan video yang dilakukan anggota TNI di Papua menjadi salah satu topik utama pembicaraan saat dia berkunjung ke Indonesia.
Seorang aktivis dari HRWG, Choirul Anam menjelaskan, “Presiden Barack Obama bisa langsung menanyakan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan meminta komitmennya untuk menyelesaikan kasus Almarhum Cak Munir setuntas-tuntasnya.”
Choirul Anam berharap pemerintah Amerika tidak membuka dahulu kerjasama militer dengan Komando Pasukan Khusus TNI (Kopassus), karena sejumlah pelanggaran HAM berat yang dilakukan Kopassus belum diselesaikan secara tuntas.

BARACK Husein Obama adalah Presiden Amerika Serikat pertama yang sempat tinggal di Indonesia pada masa kecilnya. Ketika beliau dilantik hampir dua tahun silam, kepeduliannya kepada Indonesia diharapkan lebih besar ketimbang pendahulu-pendahulunya di Gedung Putih.

Sebagai pengamat yang sudah manula, yang sempat menilai kebijakan semua presiden AS kepada Indonesia sejak John F Kennedy, saya sendiri pada awalnya tidak meragukan keistimewaan Obama dalam hal ini.

Namun, kepedulian seseorang secara pribadi dan perhatiannya sebagai presiden adalah dua hal yang bisa berbeda jauh. Dalam hubungan Indonesia-Amerika, ada alasan kuat untuk bersikap skeptis terhadap dampak jangka panjang kunjungan Obama, yang telah tertunda berkali-kali dan kini dijadwalkan hanya berkunjung satu atau dua hari saja.

Singkat saja: posisi Indonesia terletak jauh di bawah posisi Amerika dalam percaturan politik global masa kini. Di panggung dunia, Indonesia belum menjadi pemain sedang, apalagi besar. Lebih terperinci, sumber daya politik yang dimiliki Indonesia dan bisa dimanfaatkan untuk membantu atau melawan Amerika, tentu demi mengajukan kepentingan Indonesia sendiri, masih sangat sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain. Kenyataan itu berarti bahwa 
Indonesia gampang dilupakan atau dikesampingkan pemain lain.

Reputasi melonjak
Contoh penting adalah bidang ekonomi. Salah satu keperluan utama Amerika kini adalah pemulihan laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri setelah keguncangan krisis perbankan tiga tahun lalu. Terus terang saja, di Asia hanya China yang bisa membantu kami. Ekonominya bertumbuh pesat setelah pergeseran kebijakan ekonomi dari komunis ke kapitalis tiga dasawarsa lalu. Jadi, tidak sulit dipahami kalau Obama memprioritaskan China dalam perjalanan pertamanya ke Asia tahun lalu. Seandainya bank-bank Indonesia berlimpah dollar, Obama pasti sudah 
lama mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma.

Contoh penting kedua adalah konflik Amerika dengan gerakan-gerakan Islam radikal yang mengancam keamanan nasional kami. Negara saya sedang berperang di Irak dan Afganistan yang bisa dirunut pada serangan Al Qaeda di New York dan Washington pada 11 September 2001. 
Sejak itu, masyarakat Amerika merasa amat terancam oleh kelompok Islam radikal. Perlawatan Obama ke India kini harus dilihat sebagian dalam rangka itu sebab kerja sama Pakistan, musuh bebuyutan India selama puluhan tahun, sangat diperlukan dalam perang Amerika di Afganistan. 
Harapan Obama, obsesi Pakistan dengan ancaman India bisa diredakan sedikit demi sedikit kalau Amerika menjadi perantara di belakang layar.

Sejauh mana Indonesia bisa membantu Amerika, sekali lagi dalam rangka mengajukan kepentingannya sendiri? Selama ini, khususnya sejak awal masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004, usaha-usaha dua pemerintahan kita terjalin rapat, khususnya terhadap kelompok Islam radikal. Banyak gembong Jemaah Islamiyah yang terlibat tindakan teroris dibunuh atau ditangkap dan diadili. Reputasi Indonesia melonjak sebagai negara bermayoritas Muslim yang paling berhasil  melenyapkan jaringan teroris.

Namun, kerja sama dalam bidang ini terbatas. Indonesia adalah masyarakat Muslim terbesar di dunia serta negara demokratis terbesar ketiga, setelah India dan Amerika. Namun, hal itu tidak berimplikasi bahwa Indonesia berpengaruh di Timur Tengah, Asia Tengah dan Selatan, tempat tinggal sebagian besar umat Islam di dunia. Klaim banyak pengamat dan pejabat bahwa Indonesia adalah semacam  role model, suri teladan, bagi kekuatan prodemokrasi di dunia Muslim sama sekali tidak bergema di negara-negara bersangkutan. Pidato pertama Obama yang dialamatkan kepada umat Islam diucapkan di Kairo, bukan di Jakarta. Mesir diakui umum sebagai salah satu pusat peradaban Islam meskipun kini dikuasai diktator kejam yang tidak disukai di Washington.

Lebih sabar Pembaca Indonesia, harap jangan salah sangka. Saya tidak bermaksud menyepelekan Indonesia atau kunjungan Presiden saya. Justru sebaliknya: saya ingin menaruh kunjungan tersebut dalam kerangka realistis agar orang Indonesia menjadi lebih sabar sekaligus lebih gesit dalam pendekatannya kepada pemerintahan Obama.

Setelah jatuhnya Orde Baru, Indonesia sudah masuk sepenuhnya dalam sebuah proses modernisasi bersejarah yang akan menentukan masa depannya selaku negara kebangsaan dan pemain internasional yang berbobot. Proses itu mengandung dua dimensi utama: pendirian lembaga-lembaga politik yang demokratis serta lembaga-lembaga ekonomi yang ramah kepada pasar domestik dan global.

Pemerintah Amerika, di bawah seorang presiden yang bersimpati secara pribadi, bisa membantu banyak, misalnya melalui proyek-proyek bersama yang sedang ditingkatkan atau dirumuskan baru di bidang-bidang pendidikan, perlindungan lingkungan alam, perubahan iklim, perdagangan, dan penanaman modal.

Namun, hasil maksimal akan bergantung kepada kesadaran orang Indonesia bahwa Amerika, termasuk presidennya, gampang terdistraksi. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat Indonesia sebaiknya bersikap eling dan waspada, bersiap-siap terus untuk mengelola dan mengarahkan kebijakan Amerika demi pencapaian tujuan-tujuan Indonesia.
 Lembaga Kajian Kebangsaan menilai, lawatan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjadi bukti bahwa Indonesia tetap menjadi mitra strategis AS dalam percaturan ekonomi dunia.

"Namun, Pemerintah jangan membiarkan AS terus mendikte Indonesia. Sudah menjadi pakem Pemerintahan AS, tak terkecuali Pemerintahan Obama, bahwa AS harus tetap mengendalikan perekonomian dunia. Untuk itu, pemerintah kita harus cerdik memanfaatkan peluang dari kunjungan Obama, demi kepentingan ekonomi nasional kita," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kebangsaan (LKK), Viktus Murin, di Jakarta, Rabu. 

Mantan Sekjen Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu menambahkan, dengan kemampuan dan kepiawaiannya berdiplomasi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pasti mampu menekan balik AS untuk dapat memperluas akses pasar komoditas ekonomi RI di negeri Paman Sam.

"Selain itu, AS hendaknya dapat didorong untuk bisa melobi Kelompok Negara G-20 untuk juga memperluas akses pasar komoditas ekonomi Indonesia," ujarnya.

Viktus Murin meminta pemerintah bersikap proaktif dalam menindaklanjuti semua hasil pembicaraan antara para petinggi RI-AS pasca kunjungan Barack Obama dengan sikap percaya diri tinggi, tanpa harus didikte. 

"Pemerintah kita jangan pasrah saja membiarkan negeri kita dijadikan pasar potensial oleh negara-negara asing, atas alasan liberalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Kita juga harus kreatif memanfaatkan dinamika global dalam kemitraan strategis bersama AS," tegas Viktus 

Senin, 08 November 2010

Gempa & Tsunami Metawai

Bagi suku asli Mentawai gempa bumi berhubungan dengan mitologi masyarakat setempat tentang keberadaan dewa gempa.

Pasca gempa berkekuatan 7.2 skala richter di Kepulauan Mentawai, yang menyebabkan terjadinya bencana tsunami pada 25 Oktober lalu, gempa-gempa susulan terus terjadi. Namun bagi masyarakat yang mendiami wilayah pulau-pulau di Mentawai, baik warga pendatang maupun suku asli, hal tersebut adalah fenomena yang biasa.

"Bagi kita disini gempa bumi adalah hal yang biasa, kecuali kalau gempa itu sampai lama sekali waktunya yang membuat kita tidak bisa berdiri, baru itu yang harus kita waspadai," ucap Stefanus, salah seorang warga dari Pulau Siberut, yang ditemui di Kecamatan Sikakap, Pagai Utara beberapa waktu lalu.

Bahkan menurut Stefanus, gempa bumi tidak bisa dilepaskan dari mitologi suku asli yang menempati pulau-pulau di Mentawai, dari mulai Pulau Sipora, Siberut hingga ke Pagai Utara dan Selatan. "Gempa bagi suku asli Mentawai, dipercaya berhubungan dengan dewa gempa yang menguasai wilayah-wilayah di Mentawai. Ini berhubungan dengan kepercayaan adat dalam membuat rumah tradisional," jelasnya.

Stefanus mengatakan dahulu setiap mendirikan rumah adat atau yang disebut dengan Uma, harus ada tengkorak kepala manusia yang dipajang tengkoraknya diatas kerangka pintu rumah. 

"Tapi itu dulu sekali, sekarang ini tengkorak manusia diganti dengan tujuh ekor monyet yang diambil tengkorak kepalanya
dan dipajang diatas pintu rumah, kalau tidak maka dewa gempa akan murka," jelasnya. [bersambung/mah
]
Saat itu orang tua angkat meminta si anak lelaki untuki turun ke dalam lubang yang dibuat untuk fondasi tiang rumah. Namun saat anak lelaki itu turun kedalam lubang, tiba-tiba sebuah kayu besar
ditancapkan kepadanya. 

Secara ajaib, ternyata si anak lelaki tidak mati dan justru kemudian melompat ke atas tiang tersebut. Kepada kakak perempuannya yang menunggu diatas, anak lelaki itu berpesan agar sang kakak melarikan
diri dengan berlindung di pohon.

Si anak lelaki tersebut mengancam akan membalas dendam dengan cara membuat gempa yang menghancurkan rumah jika pembangunan rumah tidak ikuti dengan pengorbanan.

"Untuk itulah setiap hendak membangun rumah adat, selalu ada upacara adat yang biayanya besar. Namun sekarang pembangunan rumah adat sudah jarang sekali diadakan, selain biaya, suku asli pun semakin terdesak keberadaannya. Mengenai gempa dan tsunami ini ada kaitannya dengan kemarahan dewa gempa, saya tidak tahu. Tapi memang mitos itu hidup di suku asli Mentawai," ujar Stefanus menutup cerita.

Memang setelah gempa yang menyebabkan terjadi tsunami pada 25 Oktober lalu, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi beberapa kali gempa susulan. Pada tanggal 28 Oktober tercatat dua belas kali gempa susulan, pada tanggal 29 Oktober tercatatat enam belas kali gempa, tanggal 30 Oktober tercatat delapan kali gempa susulan dan tanggal 31 Oktober tercatat tiga puluh satu gempa susulan dengan kekuatan gempa berkisar antara 2 skala richter hingga 5 skala richter. [habis/mah]
Menurut Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Edison Saleleubaja, pihaknya secara betahap akan melakukan relokasi pemukiman penduduk yang berada di pinggir pantai, sehingga dampak tsunami bisa dieliminir. Hal itu disampaikannya kepada Menkominfo RI, Tifatul Sembiring yang didampingi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Senin(8/11/2010).

Gubernur Sumbar mengatakan, pembangunan hunian sementara sudah dimulai pada titik dusun-dusun terkena dampak gelombang tsunami, ditargetkan semuanya dapat selesai sebelum hari raya natal.

Pembangunan hunian sementara untuk tahap awal, dipusat di Dusun Muntei sebanyak 76 unit, yang secara teknis akan diawasi fasilitator dari pegawai Prasjal Sumbar yang sudah berada di lokasi.

Pemprov Sumbar, juga telah menyetujui penambahan waktu pelaksanaan masa tanggap darurat dua pekan lagi, karena penyebaran bantuan dan pelayanan lainnya masih terkendala akibat cuaca yang sangat buruk.

Menkominfo dalam kesempatakan peninjuan lokasi bencana di Mentawai, memastikan langsung bahwa komunikasi dari dan ke Mentawai telah pulih kembali.

Selain itu Menkominfo juga menyumbangkan sebanyak 27 set telepon satelit untuk Kabupaten Mentawai sehingga komunikasi dengan Mentawai tetap berjalan lancar.

Menurut Menkominfo, menimal setiap kecamatan memiliki satu telepon satelit, sehingga komunikasi berjalan secara baik.(ant/ndr)


Sabtu, 06 November 2010

perkembangan terbaru merapi

Seorang warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Merapi, Ahad (7/11), meninggal di tempat pengungsian di sebelah timur kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Komandan Daerah Distrik Militer (Dandim) 0724 Boyolali, Letkol (Arh) Soekoso Wahyudi, di Boyolali, mengatakan bahwa warga yang meninggal tersebut adalah Ny. Wiryo (90) warga Gebyok Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Korban meninggal dunia diduga karena sudah uzur dan mengalami kelelahan selama berada di tempat pengungsian.

Sampai kini, korban masih disemayamkan di tempat pengungsian. Rencananya almarhumah dimakamkan di pemakaman umum tempat tinggalnya di Gebyok, siang ini juga.
Setelah erupsi 26 Oktober 2010, Gunung Merapi sempat tenang sejenak, dan hanya "batuk" ringan. Tapi, bagi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Dr Surono, tenangnya Merapi itu membuatnya curiga bahwa Merapi seperti menghimpun tenaga.
Kecurigaan Surono terbukti. Gunung Merapi kembali menggeliat dan mengeluarkan letusan lebih hebat dibandingkan erupsi pertamanya, Kamis malam menjelang Jumat dinihari, 5 November 2010. Bahkan, terakhir ini mungkin terdahsyat dalam kurun waktu 100 tahun terakhir.
Sejak erupsi 26 Oktober, sampai Jumat awal November itu, letusan Merapi telah merenggut 109 jiwa. Jumlah korban mungkin masih akan bertambah, mengingat sebagian desa terkena luapan awan panas di radius bahaya Merapi belum seluruhnya kelar disisir tim evakuasi,
Amuk Merapi yang meletus pada Jumat dini hari itu telah membuat warga Yogyakarta panik, terlebih setelah daerah bahaya diperluas menjadi radius 20 kilometer dari kawah Merapi. Yogyakarta disiram derasnya debu vulkanik, yang membuat jarak pandang di Jalan Kaliurang sampai nol meter pada Jumat siang lalu.
Hujan yang mengguyur juga membuat lahar dingin meluncur menuju kota Yogyakarta. Kali Code, dilaporkan meluap melebihi ambang batas. Status Siaga I pun diberlakukan Jumat petang.
Apakah Merapi akan berangsur normal atau justru sedang bersiap memuntahkan energi lebih besar, belum ada jawaban pasti.

Satu diskusi antara para geolog Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS) membahas kondisi Merapi ini. Menurut bernagai sumber , ada sejumlah kesimpulan menarik yang ditarik dari diskusi tersebut.

Pertama, letusan Merapi saat ini berbeda dengan letusan sebelumnya sejak tahun 1870-an. Letusan sebelumnya berasal dari magma dangkal, dengan kedalaman sekitar 2 kilometer. "Sekarang tipe eksplosif karena kelihatannya berasal dari magma sangat dalam, 6 sampai 10 kilometer," demikian informasi diperoleh VIVAnews.

Situasi juga jadi makin sulit untuk diprediksi setelah peralatan yang masih berfungsi hanya seismometer. Sementara, alat lainnya seperti alat monitoring deformasi (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring visual, rusak.
Bahkan, Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo mengatakan gerakan gunung ini sempat tak bisa diprediksi karena kerusakan satu alat seismograf yang terkena awan panas, atau wedhus gembel.

"Apakah mungkin terjadi letusan yang lebih besar? Jawabannya, data yang ada tidak cukup untuk menjawab hal ini," salah satu geolog mengeluh.

Para geolog was-was karena mereka tak bisa mengetahui berapa besar kantung magma-dalam. Meski begitu, ada cara lain untuk membantu memprediksi letusan selanjutnya, yakni dengan melihat komposisi kimia muntahan materi dari kawah gunung stratovolcano berusia jutaan tahun itu.

Pengungsi Kembali Mengungsi
Posko utama pengungsian kocar-kacir pasca-letusan Merapi Jumat dinihari itu. Apalagi, radius bahaya diperluas menjadi 20 kilometer. Semua titik pengungsian kembali digeser ke tempat aman lebih aman di kota Yogyakarta.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan posko pengungsian baru adalah Youth Center, kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN). Lalu, stadion olah raga Maguwoharjo, Sleman.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Dr Syamsul Maarif, menjelaskan saat ini jumlah pengungsi letusan Gunung Merapi sudah mencapai 127 ribu. Rinciannya 27 ribu pengungsi berada di Yogyakarta, dan sekitar 100 ribu berada di Jawa Tengah.

Agar masyarakat bisa mengungsi dengan tenang, Pemerintah bahkan mengucurkan dana Rp100 miliar untuk membeli semua ternak. Soalnya sejumlah warga masih membandel dan kembali ke lereng gunung Merapi untuk memelihara ternak mereka.

Melihat kondisi Merapi yang serba tak pasti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan instruksi. Salah satunya, kendali operasi tanggap darurat penanganan bencana mulai hari ini ada di Kepala BNPB. Mekanisme satu komando, kata Presiden, dipakai untuk mengefektifkan kerja tanggap darurat. Dalam tugasnya, Kepala BNPB akan dibantu Gubernur Jateng dan Gubernur DIY, Pangdam Diponegoro, Kapolda DIY, serta Kapolda Jateng.

Selain itu, guna memudahkan koordinasi dan dapat terus memantau kondisi rakyat korban bencana,  jika memungkinkan SBY berencana berkantor di sekitar Yogyakarta. Jika tidak, Presiden akan mencari peluang berkantor di Magelang.
Jarak aman bencana gunung Merapi yang menjadi 20 kilometer menghadirkan banyak posko-posko pengungsian baru. Dampaknya, banyak di antara posko-posko tersebut yang belum tersentuh bantuan.
Seperti dikutip dari Jalinmerapi, 7 November 2010, di posko induk Ngluwar, Muntilan, yang menampung sekitar 1.400 pengungsi belum tersentuh bantuan makanan sama-sekali. Demikian pula dengan para pengungsi yang ditampung di desa Kologendang, Ngawen, Muntilan yang juga belum mendapat bantuan.
Di Boyolali, para pengungsi di desa Tanduk, Kecamatan Ampel mencapai jumlah sekitar 1.500 orang. Sampai pagi ini, mereka belum mendapatkan bantuan. Demikian pula dengan sekitar 1.650 orang yang 300 di antaranya masih balita yang mengungsi di Trayem, Salam, Magelang.
Dapur umum pada posko pengungsian di Seyegan, Sleman saat ini membutuhkan pasokan bahan-bahan mentah untuk sekitar 1.000 jiwa yang mengungsi di sana. Adapun sebanyak 380 pengungsi di Posko Balong, Kragilan, Gantiwarno, Klaten membutuhkan selimut, tikar, dan minyak kayu putih, dan perlengkapan lainnya.
Hal yang sama dirasakan oleh 400-an orang yang bermukim di SD Purwomartani, Kalasan, Sleman. Bantuan seperti nasi bungkus, susu bayi, dan baju layak pakai sangat dibutuhkan. Di posko UPN Veteran, Yogyakarta, dilaporkan, dari 1.800 bungkus nasi yang dibutuhkan, baru tersedia 800 bungkus saja.
Seperti VIVAnews kabarkan sebelumnya, sejak Jumat, 5 November lalu, jumlah posko pengungsian telah meningkat dua kali lipat dari 61 pos bertambah menjadi 139 pos pengungsian.
Erupsi Gunung Merapi terus terjadi sejak dini hari pukul 00.50 WIB hingga saat ini. Erupsi itu merupakan kelanjutan dari letusan pada 3 November lalu.
"Jadi kondisinya naik turun. Kadang sebentar, lalu ada letusan lagi," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono di Yogyakarta, Minggu 7 November 2010.
Menurut Surono, erupsi itu melontarkan awan panas hingga 6 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi. Dengan kondisi tersebut, dia meminta masyarakat benar-benar berada di zona aman yaitu berada minimal 20 kilometer dari Merapi.
Pemerintah, lanjut Surono, sudah memperingatkan agar tidak ada aktivitas apapun di zona yang sudah disterilkan. Ia juga telah meminta pihak Kepolisian dan TNI untuk memblokade di lokasi pos terakhir, dekat kampus Universitas Islam Indonesia (UII).
"Karena kondisi Merapi masih naik turun, jadi jangan sampai ada korban lagi. Iironisnya warga pun belum sepenuhnya mematuhi perintah pemerintah, bahkan mereka rela memasuki jalur tikus agar luput pengawasan dari petugas," ujarnya.
Dia juga menegaskan sampai saat ini radius yang aman adalah 20 km, tidak benar ada penambahan 25 km atau 30 km. "Itu menyesatkan" tegasnya.
Sementara itu suara gemuruh terdengar hingga 15 kilometer dari puncak. Suara itu membuat para pengungsi yang akan naik ke atas untuk memberi makan ternak kembali lagi ke bawah.
Adanya awan panas itu juga membuat petugas menghentikan proses pencarian korban siang ini. Sebelumnya petugas SAR telah menemukan 5 jenazah, yang berasal dari 4 jenazah dari Dusun Ngancar Glagaharjo dan satu jenazah belum diketahui identitasnya.
Pasca-letusan hebat Merapi 5 November lalu, 88 warga yang tinggal di sekitar gunung ini tewas. Siang ini Pemerintah berencana melakukan pemakaman masal pada 80 jasad yang kondisinya sudah parah dan bau

Keganasan Merapi


Yogyakarta- setelah daerah Wasior diluluhlantahkan oleh gempa bumi dan Mentawai diguncang oleh gempa dan tsunami kali ini gunung merapi di jawa tengah kembali bererupsi atau meletus untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2004 dan 2006.
Pada letusan ketiga ini Gunung Merapi bereupsi paling dahsyat dibandingkan dua letusan sebelumnya sejak pertama kali bererupsi pada tanggal 26/10/2010. Pada erupsi kali ini terdengar beberapa kali gemuruh dan gempa vulkanik sebelum merapi erupsi dan sekitar pukul 17.00 – 18.00 akhirnya merapi benar – benar bererupsi. Gunung yang merypakan teraktif di dunia ini mengelurkan letusan eksplosif pertama disertai hujan abu disekitar lereng gunung tersebut. Letusan eksplosif itu mengakibatkan banyak jatuh korban tak terkecuali Mbah Maridjan, juru kunci gunung merapi yang menjadi salah satu korban dari keganasan gunung tersebut. Bukan hanya  korban jiwa dampak dari letusan eksplosif merapi 1 tapi juga membuat desa – desa disekitar lereng gunung itu menjadi desa mati dan mengalami kerusakan parah sekitar 90 %. Sampai hari ini (6/10/2010) merapi sekitar 2-3 mengeluarkan letusan eksplosif dan mengakibatkan hujan abu di sebagian besar Jogja dan daerah jawa tengah seperti Purworejo, Muntilan bahkan hujan abu sudah mencapai daerah di Jawa Barat seperti Ciamis, Tasikmalaya, Sukabumi dan Bandung.
 Dampak keganasan merapi membuat warga yang terkena hujan abu  menjadi pengungsi di beberapa titik di Jogja dan jawa tengah seperti di stadion Maguwoharjo dan universitas Gajah Mada  dan beberapa tempat lain. Letusan eksplosif yang terjadii berulang – ulang kali membuat para pengungsi kalang kabut karena saat mereka bertahan di barak pengungsian rumah, harta benda serta keluarga mereka yang hilang bisa saja tersapu oleh lahar dingin merapi dan huaj  abu.   
            Berdasarkan data dari berbagai sumber, korban jiwa dan luka akibat keganasan Merapi teus meningkat. Di RS Sardjito korban jiwa berjumlah 78 jiwa dan 64 jiwa sudah terindentifikasi identitasnya dan puluhan korban luka masih dirawat disana. Sedangakan di sebuah RS di daerah Klaten pihak rumah sakit suadah “angkat tangan” karna jumalah pasien bertambah sekitar 70 % dari emarin (5/10/2010) sehingga para pasien yang tak tertampung di rawat di mushola dengan peralatan seadanya.
            Sementara itu aktifitas merapi terus dipantau walau hari ini (6/11/2010) masih aktif karena sejak kamis malam (4/11/2010) sampai jumat sore (5/11/2010) yang merupakan letusan ekpolosif ketujuh sejak letusan eksplosif pertama (26/10/2010). Letusan ketujuh ini membuat jarak aman kembali menjauh dari awal letusan ekslosif yang hanya berjarak 5 km dari merapi kemudian mulai menjauh menajdi 10 km pada letusan ketiga kemudian menjauh lagi menjadi 15 km pada letusan keempat dan kembali bertambah jauh menjadi 20 km pada letusan ketujuh dan kemabali semakin menjauh menjadi 25 km pada letusan kedelapan pada sabtu pagi (6/11/2010). Dampak letusan ekspolosif padasabtu siang membuat beberapa kali mengalami peningkatan jumlah debit air lebih dari 80 % dari sebelumnya seperti kali code di daerah kota baru, Jogjakarta pada sabtu pagi hanya setinggi betis orang dewasa karna tebalnya endapan lahar dingin tetapi saat siang sampai sore Jogjakarta diguyur hujan membuat debit air di kali ini meningkat drastis hingga ketinggian 2 meter lebih membuat beberapa rumah di sekitar kali ini terendam air. 
Luncuran wedhus gembel tiba-tiba menyembur dari Gunung Merapi. Awan panas ini membuat tim SAR yang sedang melakukan pencarian korban tewas harus menghentikan pencarian dan berlarian ke tempat yang lebih aman.

Awan panas itu mulai meluncur sekitar pukul 10.20 WIB. Sekitar 40 orang anggota tim SAR yang sedang menyisir Dusun Ngempring dan Dusun Ngancar, Kecamatan Cangkringan, Kabupetan Sleman, DIY, berlarian turun menuju truk dan sepeda motor yang mereka bawa.

"Ada awan panas, turun!" teriak salah seorang anggota tim SAR di Dusun Ngempring, Minggu (7/11/2010).

Puluhan anggota tim SAR itu kemudian berlarian turun menuju motor dan truk. Meraka langsung memacu kencang kendaraannya untuk turun ke daerah yang lebih aman.

Awan panas yang meluncur ke arah selatan menuju Kali Gendol ini juga membuat warga Dusun Butuh, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, beramai-ramai turun melewati Jalan Desa Sindumartani. Mereka kembali ke desa karena ingin menyelamatkan hewan ternak dan harta benda yang masih tersisa.

Hingga pukul 10.45 WIB masih terjadi letusan awan panas. Cuaca di sekitar Merapi mendung. Namun kepulan asap tersebut masih terlihat.

Selain awan panas, suara gemuruh juga terdengar dari dalam Merapi. Suara gemuruh ini cukup kuat sehingga terdengar hingga radius 20 kilometer
eredar isu Merapi akan meletus dahsyat nanti malam hingga 8 November. Dr Surono alias Mbah Rono sebagai "penguasa" Merapi mengimbau publik tidak menyebarluaskan isu tak bertanggung jawab itu dan mengimbau publik hanya percaya informasi resmi dari pemerintah.

"Dalam keadaan seperti ini banyak saja yang memberikan informasi yang tidak bertanggung jawab. Maka itu saya harap kita bersama-sama menjaga agar suasana kondusif," ujar Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM ini pada detikcom, Minggu (7/11/2010).

Salah satu poin dari isu yang menyebar lewat SMS/BBM berbunyi "...Gunung Merapi mulai meletus pada tanggal 26/10 sampai 5/11, dan puncaknya pada malam ini hingga tanggal 8/11." Isu itu mencatut hasil penelitian oleh tim vulkanologi dunia.

Surono menuturkan, kalaulah ada prediksi dari asiang yang berbunyi demikian, ya tidak menjadi soal. "Saya pikir boleh saja orang luar berprediksi, tapi bagi saya ini penjajah intelektual saja, tinggal bagaimana ketahanan kita saja," ujar Mbah Rono.

Surono mengatakan, hinggi kini tidak ada satu orang pun yang bisa menebak bagaimana aktivitas Merapi ke depannya. "Yang jelas sampai saat ini kondisi Merapi tidak ada yang bisa mempredikasi hari ke hari bagaimana, kepastian yang bisa sampaikan adalah masih status Awas," kata dia.

Letusan Merapi sejak Rabu (3/11) sampai yang Jumat (5/11) dini hari kemarin menurut Surono sudah cukup besar.
"Saya rasa dari yang tanggal 3 sampai 6 November kemarin itu sudah cukup besar dengan kekuatannya mencapai Volcanic Explosivity Index (VEI) 4. Jadi kalau ada yang mengatakan akan menuju segitu saya rasa sudah," jelasnya.

Surono juga mengatakan, hingga saat ini letusan Merapi masih terus terjadi. Hanya saja, intensitas dan kekakuatannya yang tidak bisa diprediksi.

"Letusan nggak henti-henti sejak itu, hanya saya intensitasnya yang kadang turun dan kadang meningkat," jelas doktor lulusan Prancis.

 Aktifitas Gunung Merapi hingga Ahad (7/11) siang, masih terus erupsi dengan melepaskan abu vulkanik dan awan panas. Sejak pagi tadi sejumlah erupsi telah menyebabkan sumburan awan panas atau wedus gembel ke sejumlah lokasi yang ada di lereng gunung.

Sejumlah relawan yang sedang menyisir sejumlah dusun untuk mencari korban awan panas Jum'at lalu pun terpaksa berlarian menyelamatkan diri, seperti yang terjadi Dusun Ngempring dan Dusun Ngancar, Kecamatan Cangkringan, Kabupetan Sleman, DIY.

Para relawan berhamburan menyelamatkan diri dengan menuju truk dan sepeda motor yang mereka bawa. Awan panas yang meluncur ke arah selatan menuju Kali Gendol ini juga membuat warga Dusun Butuh, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, beramai-ramai turun melewati Jalan Desa Sindumartani. Mereka kembali ke desa karena ingin menyelamatkan hewan ternak dan harta benda yang masih tersisa.

Selain awan panas, dan abu vulkanik suara gemuruh juga terdengar dari dalam Gunung Merapi. Suara gemuruh ini cukup kuat sehingga terdengar hingga radius 20 kilometer.