Bagi suku asli Mentawai gempa bumi berhubungan dengan mitologi masyarakat setempat tentang keberadaan dewa gempa.
Pasca gempa berkekuatan 7.2 skala richter di Kepulauan Mentawai, yang menyebabkan terjadinya bencana tsunami pada 25 Oktober lalu, gempa-gempa susulan terus terjadi. Namun bagi masyarakat yang mendiami wilayah pulau-pulau di Mentawai, baik warga pendatang maupun suku asli, hal tersebut adalah fenomena yang biasa.
"Bagi kita disini gempa bumi adalah hal yang biasa, kecuali kalau gempa itu sampai lama sekali waktunya yang membuat kita tidak bisa berdiri, baru itu yang harus kita waspadai," ucap Stefanus, salah seorang warga dari Pulau Siberut, yang ditemui di Kecamatan Sikakap, Pagai Utara beberapa waktu lalu.
Bahkan menurut Stefanus, gempa bumi tidak bisa dilepaskan dari mitologi suku asli yang menempati pulau-pulau di Mentawai, dari mulai Pulau Sipora, Siberut hingga ke Pagai Utara dan Selatan. "Gempa bagi suku asli Mentawai, dipercaya berhubungan dengan dewa gempa yang menguasai wilayah-wilayah di Mentawai. Ini berhubungan dengan kepercayaan adat dalam membuat rumah tradisional," jelasnya.
Stefanus mengatakan dahulu setiap mendirikan rumah adat atau yang disebut dengan Uma, harus ada tengkorak kepala manusia yang dipajang tengkoraknya diatas kerangka pintu rumah.
"Tapi itu dulu sekali, sekarang ini tengkorak manusia diganti dengan tujuh ekor monyet yang diambil tengkorak kepalanya
dan dipajang diatas pintu rumah, kalau tidak maka dewa gempa akan murka," jelasnya. [bersambung/mah]
Pasca gempa berkekuatan 7.2 skala richter di Kepulauan Mentawai, yang menyebabkan terjadinya bencana tsunami pada 25 Oktober lalu, gempa-gempa susulan terus terjadi. Namun bagi masyarakat yang mendiami wilayah pulau-pulau di Mentawai, baik warga pendatang maupun suku asli, hal tersebut adalah fenomena yang biasa.
"Bagi kita disini gempa bumi adalah hal yang biasa, kecuali kalau gempa itu sampai lama sekali waktunya yang membuat kita tidak bisa berdiri, baru itu yang harus kita waspadai," ucap Stefanus, salah seorang warga dari Pulau Siberut, yang ditemui di Kecamatan Sikakap, Pagai Utara beberapa waktu lalu.
Bahkan menurut Stefanus, gempa bumi tidak bisa dilepaskan dari mitologi suku asli yang menempati pulau-pulau di Mentawai, dari mulai Pulau Sipora, Siberut hingga ke Pagai Utara dan Selatan. "Gempa bagi suku asli Mentawai, dipercaya berhubungan dengan dewa gempa yang menguasai wilayah-wilayah di Mentawai. Ini berhubungan dengan kepercayaan adat dalam membuat rumah tradisional," jelasnya.
Stefanus mengatakan dahulu setiap mendirikan rumah adat atau yang disebut dengan Uma, harus ada tengkorak kepala manusia yang dipajang tengkoraknya diatas kerangka pintu rumah.
"Tapi itu dulu sekali, sekarang ini tengkorak manusia diganti dengan tujuh ekor monyet yang diambil tengkorak kepalanya
dan dipajang diatas pintu rumah, kalau tidak maka dewa gempa akan murka," jelasnya. [bersambung/mah]
Saat itu orang tua angkat meminta si anak lelaki untuki turun ke dalam lubang yang dibuat untuk fondasi tiang rumah. Namun saat anak lelaki itu turun kedalam lubang, tiba-tiba sebuah kayu besar
ditancapkan kepadanya.
Secara ajaib, ternyata si anak lelaki tidak mati dan justru kemudian melompat ke atas tiang tersebut. Kepada kakak perempuannya yang menunggu diatas, anak lelaki itu berpesan agar sang kakak melarikan
diri dengan berlindung di pohon.
Si anak lelaki tersebut mengancam akan membalas dendam dengan cara membuat gempa yang menghancurkan rumah jika pembangunan rumah tidak ikuti dengan pengorbanan.
"Untuk itulah setiap hendak membangun rumah adat, selalu ada upacara adat yang biayanya besar. Namun sekarang pembangunan rumah adat sudah jarang sekali diadakan, selain biaya, suku asli pun semakin terdesak keberadaannya. Mengenai gempa dan tsunami ini ada kaitannya dengan kemarahan dewa gempa, saya tidak tahu. Tapi memang mitos itu hidup di suku asli Mentawai," ujar Stefanus menutup cerita.
Memang setelah gempa yang menyebabkan terjadi tsunami pada 25 Oktober lalu, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi beberapa kali gempa susulan. Pada tanggal 28 Oktober tercatat dua belas kali gempa susulan, pada tanggal 29 Oktober tercatatat enam belas kali gempa, tanggal 30 Oktober tercatat delapan kali gempa susulan dan tanggal 31 Oktober tercatat tiga puluh satu gempa susulan dengan kekuatan gempa berkisar antara 2 skala richter hingga 5 skala richter. [habis/mah]
ditancapkan kepadanya.
Secara ajaib, ternyata si anak lelaki tidak mati dan justru kemudian melompat ke atas tiang tersebut. Kepada kakak perempuannya yang menunggu diatas, anak lelaki itu berpesan agar sang kakak melarikan
diri dengan berlindung di pohon.
Si anak lelaki tersebut mengancam akan membalas dendam dengan cara membuat gempa yang menghancurkan rumah jika pembangunan rumah tidak ikuti dengan pengorbanan.
"Untuk itulah setiap hendak membangun rumah adat, selalu ada upacara adat yang biayanya besar. Namun sekarang pembangunan rumah adat sudah jarang sekali diadakan, selain biaya, suku asli pun semakin terdesak keberadaannya. Mengenai gempa dan tsunami ini ada kaitannya dengan kemarahan dewa gempa, saya tidak tahu. Tapi memang mitos itu hidup di suku asli Mentawai," ujar Stefanus menutup cerita.
Memang setelah gempa yang menyebabkan terjadi tsunami pada 25 Oktober lalu, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi beberapa kali gempa susulan. Pada tanggal 28 Oktober tercatat dua belas kali gempa susulan, pada tanggal 29 Oktober tercatatat enam belas kali gempa, tanggal 30 Oktober tercatat delapan kali gempa susulan dan tanggal 31 Oktober tercatat tiga puluh satu gempa susulan dengan kekuatan gempa berkisar antara 2 skala richter hingga 5 skala richter. [habis/mah]
Menurut Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Edison Saleleubaja, pihaknya secara betahap akan melakukan relokasi pemukiman penduduk yang berada di pinggir pantai, sehingga dampak tsunami bisa dieliminir. Hal itu disampaikannya kepada Menkominfo RI, Tifatul Sembiring yang didampingi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Senin(8/11/2010).
Gubernur Sumbar mengatakan, pembangunan hunian sementara sudah dimulai pada titik dusun-dusun terkena dampak gelombang tsunami, ditargetkan semuanya dapat selesai sebelum hari raya natal.
Pembangunan hunian sementara untuk tahap awal, dipusat di Dusun Muntei sebanyak 76 unit, yang secara teknis akan diawasi fasilitator dari pegawai Prasjal Sumbar yang sudah berada di lokasi.
Pemprov Sumbar, juga telah menyetujui penambahan waktu pelaksanaan masa tanggap darurat dua pekan lagi, karena penyebaran bantuan dan pelayanan lainnya masih terkendala akibat cuaca yang sangat buruk.
Menkominfo dalam kesempatakan peninjuan lokasi bencana di Mentawai, memastikan langsung bahwa komunikasi dari dan ke Mentawai telah pulih kembali.
Selain itu Menkominfo juga menyumbangkan sebanyak 27 set telepon satelit untuk Kabupaten Mentawai sehingga komunikasi dengan Mentawai tetap berjalan lancar.
Menurut Menkominfo, menimal setiap kecamatan memiliki satu telepon satelit, sehingga komunikasi berjalan secara baik.(ant/ndr)
Gubernur Sumbar mengatakan, pembangunan hunian sementara sudah dimulai pada titik dusun-dusun terkena dampak gelombang tsunami, ditargetkan semuanya dapat selesai sebelum hari raya natal.
Pembangunan hunian sementara untuk tahap awal, dipusat di Dusun Muntei sebanyak 76 unit, yang secara teknis akan diawasi fasilitator dari pegawai Prasjal Sumbar yang sudah berada di lokasi.
Pemprov Sumbar, juga telah menyetujui penambahan waktu pelaksanaan masa tanggap darurat dua pekan lagi, karena penyebaran bantuan dan pelayanan lainnya masih terkendala akibat cuaca yang sangat buruk.
Menkominfo dalam kesempatakan peninjuan lokasi bencana di Mentawai, memastikan langsung bahwa komunikasi dari dan ke Mentawai telah pulih kembali.
Selain itu Menkominfo juga menyumbangkan sebanyak 27 set telepon satelit untuk Kabupaten Mentawai sehingga komunikasi dengan Mentawai tetap berjalan lancar.
Menurut Menkominfo, menimal setiap kecamatan memiliki satu telepon satelit, sehingga komunikasi berjalan secara baik.(ant/ndr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar