Keluarnya Gayus HP tambunan dari rutan kelapa dua, Jawa Barat pada pekan lalu menjadi menjadi buah bibir di semua kalangan masyarakat tidak terkecuali orang nomor satu di Negara ini, presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tertangkapnya foto yang diduga identik dengan Gayus HP tambunan di Bali disela turnamen Commonwealth bank. Gayus hadir dalam turnamen itu diduga akan menonton sang pujaannya yaitu Ana Ivanovic sedangkan dalam turnamen itu sudah dipastikan petenis cantik berperingkat 18 dunia itu batal mengikuti turnamen tersebut sehingga banyak spekulasi yg berkembang bahwa kedatangan dia ke Bali yg disertai oleh istri dan anaknya mempunyai muatan politik yang kuat palagi disertai bukti kuat dengan munculnya Aburizal Bakrie, ketua umum Partai Golkar yang terlihat ikut menonton turnamen tersebut sehingga semakin menguatkan dugaan diatas. Ia memberikan pernyataan bahwa bukan dia yang berada di foto tersebut namun semua seakan berbanding terbalik dalam persidangan hari senin (15/11/2010) saat hakim Albertina Ho memberiakn waktu padanya untuk berbicara dia mengungkapkan dengan menangis bahwa benar dirinya yang ada di foto itu dan dia keluar dari rutan karena dia merasa stress dan ridu dedngan keluarganya serta dia tidak menyangka bahwa dampaknya akan sedahsyat ini . dia mengaku juga bahwa dia tidak keluar seorang diri tapi ada sekitar 4 – 5 orang napi yang ikut keluar bersamanya. Keluar masuknya Gayus dari Rutan kelapa dua itu merupakan sebuah tamparan keras bagi semua lembaga hukum. Polri, kejaksaan dan menteri hukum dan HAM saling angkat tangan dalama kasus ini sehingga membuat seluruh rakyat di Negara ini geram dan gemas denga kasus tersebut. Walau lembaga hukum sudah memecat dan menghukum kepala rutan kepala dua seolah rakyat tidak puas dengan tindakan tersebut harus ada bukti nyata dari seluruh elemen lembaga tersebut dalam menyelesaikan kasus ini. Walaupun Adnan Buyung Nasution merubah pendiriannya dari mundur sebagai pembela Gayus Tambunan menjadi tetap pada keputusaan semula harus diapresasi entah dengan muka cerah atau dengan cibiran namun pernyataan berikut ini adalah dasar mengapa dia tetap mau membela Gayus HP tambunan “saya merubah keputusan saya karena saya ingin mengungkap kasus mafia pajak yang lebih besar.” Ya memang di Negara inj semua kasus hukum hanya muncul sampai pada tahap tertentu seperti kasus Century yang hanya sampai tahap penyelidikan (kalau tidak salah) dan banyak kasus lainnya lalu menguap dan tertutupi kasus yang lain. Orang nomor satu di Negara ini juga ikut merespon kasus ini bukan hanya merasa prihatin tapi juga meminta dengan segera menyelesaikan kasus ini agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan dimasyarakat. Hal senada juga diungkap oleh Benny K. Harman berikut petikan ungkapan Benny “ pihak kepolisan harus memanggil pihak – pihak yang terkait termasuk siapa saja yang dia temui di Bali. Itu sangat penting agar publik tidak melakukan anlisis spekulatif yang tidak konstrutif.”
Lanjut Benny kasus in adalah ujian bagi Jendral (pol) Timur Pradopo yang menjanjikan penuntasan kasus – kasus yang menjadi perhatian masyarakat di komisi III DPR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar